Viral Air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah, Wali Kota Tangsel Pastikan Tak Ada Pencemaran Kimia

Air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah

Fenomena Aneh Air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah Bikin Warga Heboh

Warga sekitar Kali Rawa Buntu di Jalan Artowijaya, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dikejutkan oleh fenomena tak biasa ketika air kali mendadak berubah warna menjadi merah pekat pada Sabtu sore, 4 Oktober 2025. Peristiwa ini dengan cepat menyebar di media sosial setelah sejumlah warga merekam video dan membagikannya secara luas. Dalam video yang beredar, tampak seluruh permukaan air kali tertutup warna merah mencolok, meski aliran air tetap lancar dan tidak berbau.

Perubahan warna yang tiba-tiba ini memunculkan berbagai spekulasi di kalangan warga. Ada yang menduga air tercemar oleh limbah industri atau pewarna pakaian, namun sebagian lainnya meyakini ada faktor lain yang belum diketahui. “Kalau kata warga sih sudah dua kali seperti itu, cuma yang pertama warnanya hitam,” ujar Fata, salah satu warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Ia menambahkan, air yang berubah menjadi merah kali ini tidak mengeluarkan bau menyengat dan di sekitar lokasi juga tidak ada pabrik besar.

Pemerintah Setempat Telusuri Sumber Perubahan Warna

Fenomena Air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah di kawasan Jalan Artowijaya, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Sabtu sore, 4 Oktober 2025, membuat warga sekitar heboh. Video perubahan warna air yang mendadak menjadi merah mencolok itu viral di media sosial, memperlihatkan bagaimana seluruh aliran kali tampak merah pekat meskipun tetap mengalir dengan lancar.

Lurah Ciater, Rosidi, membenarkan bahwa fenomena Air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah bukanlah yang pertama kalinya terjadi. Ia mengungkapkan, pihak kelurahan telah menerima laporan dari warga sejak sore hari dan langsung berkoordinasi dengan RT dan RW setempat untuk menelusuri sumber perubahan warna air tersebut.

“Ini sudah dua kali terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Kami sedang mencari tahu sumbernya dari mana. Jangan sampai ada pihak yang membuang limbah sembarangan ke aliran kali,” ujar Rosidi.

Langkah awal yang dilakukan pemerintah kelurahan adalah mengumpulkan keterangan dari warga sekitar lokasi Air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah, termasuk mereka yang memiliki usaha kecil seperti laundry, bengkel, atau warung makan yang kemungkinan menghasilkan sisa limbah cair. “Kami tidak ingin menuduh siapa pun, tapi semua kemungkinan harus ditelusuri,” tambahnya.

Baca Juga : Perdana Menteri Jepang Baru: Sanae Takaichi Jadi PM Perempuan Pertama!

DLH Tangsel Turun Tangan, Telusuri dari Hulu hingga Hilir

Menanggapi laporan warga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan langsung menurunkan tim ke lapangan. Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran, dan Pengawasan Lingkungan DLH Tangsel, Carsono, mengatakan bahwa pihaknya telah menelusuri aliran kali dari Tandon Ciater hingga ke kawasan Kantor Kanwil Kementerian Agama untuk memastikan sumber penyebab Air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah tersebut.

“Dugaan sementara, warna merah ini berasal dari zat pewarna makanan, bukan bahan kimia berbahaya seperti yang digunakan pada industri tekstil,” jelas Carsono.

Ia juga menegaskan bahwa DLH Tangsel telah mengambil sampel air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah dari beberapa titik untuk diuji di laboratorium. “Jika nanti ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai peraturan yang berlaku. Semua pihak, baik individu maupun pelaku usaha, wajib menjaga lingkungan,” tegasnya.

Wali Kota Tangsel: Tidak Ada Tanda-Tanda Pencemaran Kimia

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, Air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah tidak disebabkan oleh pencemaran bahan kimia. “Hasil pengecekan di Tandon Ciater menunjukkan air dalam kondisi baik. pH normal, tidak ada zat berbahaya, dan kadar oksigen stabil,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perubahan warna Air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah hanya berlangsung singkat, sekitar 10 hingga 15 menit, sebelum akhirnya kembali normal. “Tidak ada bau menyengat, tidak ada ikan mati, atau tanda-tanda pencemaran kimia. Jadi sejauh ini aman,” tegasnya.

Benyamin menambahkan bahwa pemerintah akan memperketat pengawasan di sepanjang aliran Kali Rawa Buntu, khususnya di wilayah hulu yang berpotensi menjadi sumber perubahan warna air.

Fenomena Alam atau Ulah Manusia?

Fenomena Air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat: apakah ini akibat fenomena alam, aktivitas manusia, atau pencemaran tidak disengaja?

Beberapa ahli lingkungan menilai bahwa perubahan warna air bisa terjadi karena endapan tanah merah, reaksi biologis alami, atau pencampuran bahan organik tertentu. Namun, mereka juga tidak menutup kemungkinan adanya unsur manusia yang turut berperan.

Ahli lingkungan dari Universitas Pamulang, Dr. Dian Wahyuni, menuturkan bahwa fenomena seperti Air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah juga pernah terjadi di daerah lain. “Kalau warna air cepat memudar dan tidak berbau, besar kemungkinan disebabkan zat pewarna makanan atau zat alami. Tapi kalau bertahan lama, patut dicurigai ada bahan sintetis,” jelasnya.

DLH Tangsel menegaskan bahwa hasil uji laboratorium terhadap Air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum jika ditemukan unsur pencemaran.

Pemerintah Imbau Warga Tetap Waspada dan Aktif Melapor

Sebagai langkah antisipatif, Pemkot Tangsel mengimbau warga agar tetap waspada dan melapor jika kembali menemukan Air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah atau perubahan mencurigakan lainnya di aliran kali. “Kami minta masyarakat ikut membantu mengawasi lingkungan. Bila ada kejadian serupa, segera laporkan agar bisa cepat kami tindaklanjuti,” ujar Carsono dari DLH.

Pemerintah juga berencana membangun sistem pelaporan cepat berbasis komunitas, di mana warga dapat mengirim foto atau video kondisi kali melalui hotline atau aplikasi resmi DLH Tangsel. “Dengan cara ini, pengawasan bisa dilakukan secara partisipatif,” tambahnya.

Kesadaran Lingkungan Jadi Kunci

Fenomena Air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga warga. Air kali adalah bagian penting dari ekosistem yang menopang kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Meskipun tidak ditemukan zat kimia berbahaya, pemerintah menegaskan bahwa semua bentuk pembuangan limbah tanpa izin akan ditindak tegas. “Kita semua harus lebih peduli. Jangan tunggu sampai lingkungan rusak baru bertindak,” kata Wali Kota Benyamin Davnie.

Kesimpulan

Kasus Air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah di Serpong menunjukkan bahwa kewaspadaan dan kerja sama antara warga dan pemerintah sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Meski hasil sementara tidak menunjukkan adanya bahan kimia berbahaya, investigasi tetap dilakukan hingga hasil laboratorium keluar.

Pemerintah Kelurahan Ciater dan DLH Tangsel telah mengambil langkah cepat dengan melakukan penelusuran dan pengambilan sampel air. Wali Kota Tangsel juga memastikan kondisi air kini kembali normal.

Peristiwa Air Kali Rawa Buntu Berwarna Merah menjadi pelajaran berharga agar masyarakat lebih sadar lingkungan, tidak membuang limbah sembarangan, serta aktif melapor bila terjadi hal mencurigakan. Kesadaran kolektif adalah kunci agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.